
Bandung — Institut Teknologi Bandung melalui Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan (PPEBT) sukses menyelenggarakan 91st IEA-FBC TCP Meeting bertajuk “Biomass Utilisation Challenges and Solutions” pada 14–17 November 2025. Forum internasional ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, pemerintah, dan industri untuk membahas perkembangan teknologi Fluidized Bed Conversion (FBC) dalam mendukung transisi energi menuju net-zero emission.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Riset dan Inovasi ITB dan menghadirkan kolaborasi global di bawah payung program Technology Collaboration Programme (TCP) dari International Energy Agency. Fokus utama pertemuan adalah mengidentifikasi tantangan teknis pemanfaatan biomassa sekaligus merumuskan solusi inovatif berbasis riset dan pengalaman operasional. Acara ini berlangsung selama empat hari dengan tema kegiatan yang berbeda-beda.
Hari ke-1: Inovasi Teknologi Fluidized Bed dan Strategi Transisi Energi di Indonesia



Kegiatan hari pertama di Institut Teknologi Bandung diawali dengan sesi pembukaan dan rangkaian presentasi ilmiah yang membahas perkembangan terkini teknologi Fluidized Bed Conversion (FBC). Paparan mencakup aspek perpindahan panas dan massa pada partikel aktif, strategi implementasi co-firing biomassa untuk mendukung target net-zero emission di Indonesia, serta tantangan pembakaran bahan bakar berkalori rendah pada sistem pembangkit listrik. Agenda penting pada hari ini adalah penandatanganan Nota Perjanjian kerja sama riset antara ITB, Tallinn University of Technology, dan mitra industri sebagai langkah konkret penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi energi bersih.
Hari ke-2: Implementasi Biomassa dan Inovasi Teknologi pada Sistem Fluidized Bed
Memasuki hari kedua, agenda difokuskan pada aspek implementatif pemanfaatan biomassa dalam sistem fluidized bed, baik dari sisi akademik maupun industri. Materi yang disampaikan meliputi gasifikasi limbah biomassa, chemical looping combustion berbasis biomassa, serta praktik co-firing sebagai solusi transisi energi pada pembangkit listrik berbasis batubara. Selain itu, dibahas pula aspek operasional seperti pemilihan bahan bakar biomassa, efisiensi boiler CFB/BFB, hingga teknologi pemulihan panas buang dan pembakaran multi-fuel yang lebih bersih. Kegiatan hari kedua ditutup dengan kunjungan budaya ke Saung Angklung Udjo sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional dalam suasana non-formal.
Hari ke-3: Eksplorasi Potensi Alam Ciwidey dan Jejaring Industri



Hari ketiga diarahkan pada penguatan relasi antarpeserta melalui kegiatan lapangan yang bersifat informal namun strategis. Kunjungan ke Kawah Putih Ciwidey dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka mengenai potensi pemanfaatan sumber daya alam serta peluang integrasi energi terbarukan di Indonesia. Interaksi lintas sektor—akademisi, pemerintah, dan industri—terlihat lebih dinamis dalam forum non-formal ini, sehingga mendorong pertukaran gagasan yang lebih komprehensif terkait pengembangan teknologi biomassa.
Hari ke-4: Observasi Operasional Pembangkit Listrik CFB


Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan teknis ke fasilitas pembangkit listrik berbasis Circulating Fluidized Bed (CFB) di wilayah Babelan Bekasi. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati langsung implementasi teknologi fluidized bed pada skala industri, termasuk aspek operasional, efisiensi sistem, dan integrasi biomassa dalam proses pembangkitan listrik. Agenda ini sekaligus menjadi penutup resmi pertemuan, dengan penekanan pada pentingnya sinergi riset dan implementasi industri dalam mendukung transisi energi berkelanjutan.
Sebagai penutup, penyelenggaraan 91st IEA-FBC TCP Meeting menegaskan peran strategis Institut Teknologi Bandung sebagai pusat kolaborasi riset energi bersih di tingkat internasional. Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan terkait pemanfaatan biomassa dan teknologi fluidized bed, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam mendorong implementasi teknologi energi rendah emisi. Melalui sinergi lintas sektor dan jejaring global yang terbentuk, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan solusi energi berkelanjutan serta berkontribusi nyata terhadap upaya transisi energi menuju sistem yang lebih bersih dan berdaya saing.





Recent Comments